Mengapa Memakan Daging Unta Membatalkan Wudhu

0
5604

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya penuh dengan kesempurnaan dan khidmat bagi hambaNya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam beserta para sahabat dan kerabatnya.


Jika kita mempelajari bab wudhu di sekolah atau dipengajian, maka kita akan menemukan salah satu yang dapat membatalkan wudhu adalah memakan daging unta. Akan tetapi hukum memakan daging unta adalah halal sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah serta ijma para ulama. Tetapi mungkin akan terlintas dalam benak kita, “Mengapa sesuatu yang dihalalkan dapat membatalkan wudhu?”, terlebih lagi kita jelas mengetahuinya, bahwa unta adalah salah satu hewan istimewa yang ada di daerah padang pasir.

Tapi itulah agama, jika Allah dan Rasulnya sudah menetapkan sesuatu perkara maka kita wajib mengimaninya dengan seyakin-yakinnya, meskipun terkadang akal dan logika kita tidak sampai untuk menelaah lebih jauh.

وقال تعالى: (وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالاً مُبِيناً) [الأحزاب:36].

“Tidak bagi orang mu’min dan mu’minah, jika Allah dan RasulNya telah memutuskan/menetapkan sesuatu perkara tidak ada baginya pilih-pilih dalam urusan mereka. Maka siapa saja yang mengingkari/menyelisihi Allah dan RasulNya sesungguhnya telah sesat dengan kesesatan yang nyata.”

ashhr aghla f7ol alabl 2

Dalam perkara ini, para ulama terdahulu telah memerikan jawabannya kepada kita, sehingga kita akan megetahui kebenaran dan jawaban dari permasalahan ini. Seperti yang diutarakan oleh Syekhul Islam Ibn Taymiyah : “…sesungguhnya daging unta termasuk hal yang mubah (boleh), sesungguhnya telah dihalakan dalam Al-Qur’an, sunnah nabi serta ijma’ para ulama. Akan tetapi didalamnya (dagingnya) terdapat beberapa kekuatan yang ada pada syaithhon.

Sebagaimana Nabi Muhammad telah menjelaskan dalam sabdanya : sesunggunya (unta) adalah jin, dan diciptakan dari jin”. Dan sabda beliau : “Marah itu dari syaitan, dan syaitan itu dari api, sesungguhnya api dapat dipadamkan dengan air. Apabila salah seorang dari kamu marah, maka hendaklah berwudhu. Dalam hal tersebut nabi menyuruh untuk berwudhu untuk menghindarkan dari perbuatan syaithan, dan memakan daging unta akan mewarisi sifat-sifat syaitan, dan tetap masih dalam perintah nabi di atas untuk berwudhu setalah memakannya.

Dalam Hadits :

“إن الغلظة وقسوة القلوب في الفدادين ، أصحاب الإبل ، والسكينة في أهل الغنم.”

الله أعلم بالصواب

LEAVE A REPLY