Koneksi VB.Net ke MySql Database Online

6
239529

Assalamualaikum

Alhamdulillah dapet kesempatan untuk nambah artikel yang ga kalah penting dan ga kalah seru tentunya. Alesan utama saya menulis ini, karena digrup tutuorial VB.Net di Facebook banyak yang menanyakan juga cara menggunakan database online yg disediakan oleh provider/penyedia layanan hosting untuk digunakan ke dalam program. Udah kebayang belum ya?

Saya bantu perjelas ya bagi yg kurang paham. Jadi analoginya, biasanya kita menggunakan database di localhost menggunakan aplikasi Xampp dll. Cara ini otomatis mengharuskan kita untuk menginstal mysql dan software phpmyadmin minimal di komputer yg kita gunakan. Belum lagi setelah selesai dan program akan diberikan ke client, maka kita harus bersusah payah mengoper seluruh database yg ada di komputer kita ke komputer client dan juga harus instal xampp (untuk databse) dan lain2. Udah kebayang kan gimana repotnya, apalagi jika ada perubahn database, maka kita harus manual update database di komputer client.

Nah skrng saya punya solusi untuk mengatasi kerumitan yg terjadi. Yup, caranya adalah kita menggunakan database online. Cukup seting sekali, dan sterusnya ga usah repot2 lagi urus satu2 ke komputer client/server. Cukup kita remotepun sudah beres perkaranya. Ya kaaan.He.

Tapi…ada baiknya kita ketahui dulu kelebihan dan kekurangannya, biar kita bisa memilih dengan bijak untuk pake database online atau offline. Ini kesimpulan dari saya pribadi (berdasarkan pengalaman yg masih minim..he) tentang kelebihan dan kekurangan koneksi database secara online:

  • KELEBIHAN:

  1. Sangat efektif.
    Karena kita ga perlu repot untuk mengatur ulang atau menginstal database di semua komputer client.
  2. Sangat efisien.
    Karena untuk maintenance program yang berpengaruh pada perubahan database cukup kita atur database melalui remote/jarak jauh dan hanya memberikan file update aplikasi saja ke client tanpa harus merubah setiap database yang terinstal.
  3. Mudah untuk proses backup database.
    Yuup, ini sangat penting, seorang programer jangan sampai lupa untuk melakukan proses backup (meski untuk proses database mestinya ada bagian khusus). Dengan ini kita hanya perlu membackup 1 database untuk seluruh pemakaian. Bayangkan jika kita harus melakukan backup di setiap komputer client, akan sangat melelahkan bukan.
  4. Mudah untuk dipantau.
    Hal ini cukup penting jika kita juga kebagian untuk mengelola database dan rutin untuk melakukan pengecekan. Karena dengan database online kita bisa memantau trus menerus perkembangan terkini dan terupdate dari database itu.
  • KEKURANGAN

    Selain kelebihan yang sudah saya sebutkan diatas, ternyata saya juga menilai ada kekurangannya. Ini dia beberapa kekurangan menurut saya:

  1. Komputer client harus online.
    Yuup, karena kita menggunakan database online, jadi mau tidak mau komputer client yang terhubung ke database pun harus senantiasa online. Jadi kalo sedang offline ya maaf saja, database tidak bisa tersambung dan tidak bisa bekerja. Untuk ini saya menyarankan untuk membuat juga database offline di samping database online.
  2. Memiliki kerusakan yg lebih rentan.
    Maksudnya adalah ketika terjadi kesalahan pada database, maka keseluruhan komputer yg terhubung akan mengalami gangguan. Gangguan bisa dari eksternal misalnya perubahan IP hosting dari provide, atau hosting di block, atau ada pihak lain yg merusak database. Adapun gangguan internal bisa jadi kesalahan programer dalam melakukan perbaikan database yang menyebabkan beberapa fungsi tidak bisa bekerja dll.
  3. Sangat bergantung dari kecepatan konektifitas.
    Ya, seperti pada nomer satu diatas, terkadang koneksi sedang lemot maka akan sangat mempengaruhi proses input dan penerimaan data, akan terasa lebih lambat dari biasanya. Hal ini berbanding terbalik jika kita menggunakan database offline/localhost, aliran data akan terasa lebih cepat karena berada dalam satu komputer.

Ok. Setelah kita mengetahui beberapa kelebihan dan kekurangannya, kita akan coba untuk ke tahap selanjutnya, yaitu tahap pembuatan database online tersebut. Yuk lanjut dan perhatian point-point penjelasan di bawah ini ya, jangan sampai terlewat.

  1. Membeli hosting untuk database
    Harap diperhatikan baik-baik…Sebelum membeli hosting yang akan digunakan untuk database online kita, alangkah baiknya kita bertanya dulu : “Apakah databasenya bisa digunakan untuk remote database?”. Jika jawabannya tidak bisa jangan beli hosting distu dan pindah ke provider lain. Kenapa? Karena syarat untuk database online ini, harus support untuk database remote. Karena kita akan akses database tersebut dari luar hosting. (Kalo bingung baca saja baik2 dan yang ingin tau provider hosting mana yang menyediakan database online tanyakan di kolom komentar ya..he)
  2. Jika hosting sudah punya, kita coba masuk ke Cpanel hosting:
    screenshot_28
    Masukan nama pengguna dan katasandi yg diberikan oleh provider hosting tempat saudara membeli ya.
  3. Lanjut untuk pembuatan database yang akan kita gunakan sebagai database online kita. Perhatikan gambar berikut ini.
    Pilih MySql Databse
    screenshot_29

Isi nama database yg akan kita gunakan dan jangan sampai lupa ya..he
screenshot_30

Lalu tambahkan user yang akan memiliki akses ke database yg telah kita buat sebelumnya.
screenshot_31

Setelah itu kita tambahkan/add user yang sudah kita buat ke database sebelumnya. Dan pastikan sesuai ya dan ceklis ALL PRIVILEGES untuk memberikan akses user ke database
screenshot_32

4.  Setelah database dan user berhasil dibuat, kita akan mengatur supaya database tersebut bisa kita akses secara remote dari luar hosting. Ini dia jawaban dari point no. 1 di atas. Ok cek gambar berikut ya:
screenshot_33

 

Perhatikan, jika kita menginginkan database kita bisa diakses oleh stiap orang (semua IP) kita tambahkan % pada kolom. Namun jika kita ingin membatasi IP yang dapat mengakses ke database, bisa kita tulis alamat IP tersebut di kolom.
screenshot_34

5.  Akses Database melalui PHPMyAdmin
screenshot_35

 

Sampai disini bagi yang terbiasa dengan database offline/localhost pasti akan paham. Maka saya tidak membahas cara pembuatan database dll. Atau bisa menggunakan fungsi import, untuk memindahkan database dari localhost ke database online yg sudah dibuat ya.
Kita lanjut ke proses berikutnya.

6.  Catat alamat IP Adress hosting yang sudah sobat beli. Biasanya dikirimkan oleh provider hosting ke alamat email. Atau bisa bertanya langsung, atau bisa juga cek sendiri, misalnya:
screenshot_36
Dari gambar itu, kita cukup buka CMD dan ketikan “ping (alamat domain)”.  Jika sukses akan muncul alamat IP yang kita tuju.

7.  Mencoba untuk test koneksi.
Saya menggunakan software SqlYog untuk manajemen database. Karena fiturnya simpel dan komplit. Berikut contohnya
screenshot_37
Isi semua yg ditunjuk dengan anak panah sesuai dengan alamat IP hosting yg sudah kita catat, nama database yg kita buat beserta username dan password pada no. 3, lalu klik test koneksi.
Jika muncul gambar seperti dibawah, maka koneksi sudah berhasil.
screenshot_38

8. Jika koneksi sudah berhasil, maka sobat bisa langsung merubah setingan database pada file module/class koneksi di project masing-masing. Ganti database yang biasanya menggunakan Localhost – root dll dengan semua isian seperti pada no. 7 tersebut.
Tapi pastikan dulu semua field yang ada di localhost sudah sobat export ke database online di Cpanel ya.

 

Untuk yang mau menggunakan koneksi extra simple menggunakan class, bisa baca artikel saya sebelumya DISINI ya.

Itu dia seputar pembuatan dan penggunaan database online untuk project kita. Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa diambil untuk memperluas wawasan kita dalam meningkatkan skill programing kita dalam membuat project.

Mudah-mudahan bisa terinspirasi dan membuka ide-ide fantastis sobat lainnya dalam membuat Project.

Akhir kata, jangan lupa dishare jika bermanfaat dan jangan sungkan untuk bertanya jika ada hal-hal yang salah dalam penulisan artikel ini ataupun ada hal yang belum dpahami.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya…

LEAVE A REPLY